Kamis, 21 Juni 2012

Kuingat ucapan darimu, sahabat......

Dari merahnya senja saat mematri malam dan dari embung yang meradam kudengar engkau bersua dengan harapanmu.

Dibalik jendela cakrawala optik pengetahuan yang engkau selami secara berirama.
Kulihat engkau bercumbu denganya dalam dekapan mimpi disaat keangkuhan fajar mencapai lembah peradaban.
Dan engkau berada dalam lingkaran cahaya berlutjavascript:void(0);ut, menengahkan tangan lalu berdoa.

Jatuh tanpa perlawanan bagai harap yang tak bertua, Lalu bangkit dalam dekapan bagai harap seorang insan.
Meski lelah dalam ucapan terasa di antara pengabaian, Lalu bertindak mengalahkan keras hentakan gunung sumeru.

Patah keinginan meluap samudra kemarahan, namun harap yang membumbun tinggi memberi kebebasan dan keadilan walau realita menampik diri dari lapar menjelang.
Bergegaslah sahabat jangan ucap ini adalah kenyataan, perjuangan dan pengorbanan bukan teriakan dan bukan pula bualan belaka.

Terlihat tatapan di seberang sana, terlihat keberanian dalam lantangnya teriakan .
Dimana kebersamaan mengisi jalan kehidupan menujuh masa depan.
Dimana sapa kebebasan dan keadilan menjadi tujuan bersama.
Meski garis tangan terkadang berbeda dalam perjalannya.


Diam dalam keangkuhan adalah ikhtiar dalam puncak berserah diri.
Sombong pada keburukan adalah puncak dari peperangan hawa nafsu.
Berteriaklah pada kidung ampunan yang mengisi ketidak sempurnaan.
Meski gelora hasrat menerawang saat umpat terucap pada insan lain.

Ingatlah itu sahabat.

Kata demi kata bukan hal yang di banggakan, khilaf rasa mengingat ketidak sempurnana dari sebatang rupa yang terbentuk dan berkulit tanah.
Hening subuh membangun etalase ajaran ilahi, fanorama pengetahuan dan sayup buku tak bercahaya membentak diri penuh keinginan kala diri tak berdaya dalam fantasi wujud prahara memerangi nafsu kebiadaban

Masih ingatkah kau sahabat melawan kebiadaban nafsu nas-nas(kebinatangan).

Tersenyum dalam keadaan Di ujung jarimu tumbuh mawar hitam legam, seperti rusukmu yang hangus terpanggang lengang,
Hitam bagimu bukanlah gelap karena dalam perjalanan nasib kau tak pernah mengenal cahaya terang.

Masih ku ingat pula kawan seucap kata darimu "semua akan indah pada waktunya selama engkau berikhtiar dan bersabar dalam kalam ilahi" .

Masih adakah ucapan itu... SAHABAT





Tidak ada komentar:

Posting Komentar