Telah terkumpul titik luka bekas goresan rindu kemarin.
menancap ngilunya perih duri bekas kenangan dihati.
Dari merahnya senja saat mematri malam.
Dan dari heningnya sang rembulan mengoda sang mentari.
Aku bosan merampas harap yang bersua kemarin.
Aku penat merenguknya dalam nelangsa khayalku.
Meski mesra bercumbu dalam dekapan mimpi angkuhnya diri.
Saat Senja menjelang malam terik hari telah kutelang mendidih.
Menjelang gelap yang merayap, menjelang pekat yang kuteguk kemarin.
Kubenahi genggaman tangan ini untuk mengupas hati yang beku.
Untuk merobek janji yang termatri dalam ngilunya goresan luka.
Untuk menguras resah hati yang terbingkai etalase kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar