Senin, 21 Mei 2012

Pembuatan Nata De Coco

A.Latar belakang

Satu terobosan baru yang baru-baru ini berhasil diteliti adalah pemanfaatan kulit pisang menjadi nata de banana skin. Nata merupakan makanan ringan yang biasa dijadikan makanan penutup. Rasanya yang kenyal dan segar membuat nata banyak digemari masyarakat. Awalnya, nata dibuat dari air kelapa yang dikenal dengan nata de coco atau dari lidah buaya yang dikenal dengan nata de aloevera. Namun, berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa ternyata limbah kulit pisang bisa dijadikan nata. Sayangnya, hal ini kurang tersosialisasikan pada masyarakat luas.

Padahal prospeknya cukup bagus mengingat nata sudah menjadi salah satu makanan penutup favorit keluarga. pemanfaatan nata de banana skin menjadi minuman aneka rasa. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah nilai ekonomis kulit pisang sehingga penghasilan masyarakat di daerah tersebut juga dapat meningkat.

Masalah dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana cara pengolahan kulit pisang menjadi panganan yang dapat dikonsumsi dan bernilai ekonomis. Masalahtersebut dibagi menjadi tiga yaitu;

1.bagaimana pengolahan kulit pisang menjadi nata de banana skin dan pembuatan minuman aneka rasa dengan memanfaatkan nata de banana skin;

2.bagaimana prospek perekonomian masyarakat yang diharapkan setelah pemafaatan limbah kulit pisang menjadi minuman aneka rasa dari nata de banana skin yang bernilai ekonomis;

3.dan bagaimana respon masyarakat dengan keberadaan minuman aneka rasa dari nata de banana skin tersebut.

Sejalan dengan permasalahan di atas makalah bertujuan untuk mendeskripsikan pengolahan kulit pisang menjadi nata de banana skin dan prosesnya sampai menjadi minuman aneka rasa; mendeskripsikan prospek perekonomian masyarakat yang diharapkan setelah pemafaatan limbah kulit pisang menjadi nata de banana skin yang kemudian diolah menjadi minuman aneka rasa; dan mendeskripsikan respon masyarakat terhadap keberadaan minuman aneka rasa dari nata debanana skin tersebut.
Nata adalah biomassa yang sebagian besar terdiri dari sellulosa, berbentuk agar dan berwarna putih (luthana:2008). Pembentukan nata terjadi karena proses pengambilan glukosa yang ada pada larutan gula oleh Acetobacter xylinum. Glukosa tersebut digabungkan dengan asam lemak membentuk prekurso(penciri nata) pada membran sel. Prekursor ini kemudian diekskresikan keluar sel dan terjadi polimerisasi oleh enzim polymerase membentuk selulosa.

Dalam pertumbuhan, bakteri pembentuk nata dipengaruhi oleh beberapa faktor; antara lain tingkat keasaman medium, suhu fermentasi, lama fermentasi, sumber nitrogen, sumber karbon, dan konsentrasi starter. Sumber karbon dapat digunakan gula dari berbagai macam jenis seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, ataupun maltose dan untuk mengatur pH digunakn asam asetat. Buah pisang banyak mengandung karbohidrat baik isinya maupun kulitnya. Pisang mempunyai kandungan khrom yang berfungsi dalam metabolisme karbohidrat dan lipid. Khrom bersama dengan insulin memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel-sel. Umumnya masyarakat hanya memakan buahnya saja dan membuang kulit pisang begitu saja. Padahal di dalam kulit pisang juga terkandung banyak zat yang dibutuhkan tubuh, yaitu; vitamin C, B, kalsium, protein, dan juga lemak yang cukup. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa komposisi kulit pisang banyak mengandung air yaitu 68,90 % dan karbohidrat sebesar 18,50 %.

Bakteri Acetobacter xylinum akan merubah gula pada medium menjadi selulosa. Acetobacter xylinum dapat merubah 19% gula menjadi selulosa. Selulosa yang terbentuk dalam media tersebut berupa benang-benang yang bersama-sama polisakarida membentuk jalinan yang terus menerus menebal menjadi lapisan nata.

B.Metode
Pembuatan nata de banana tergolong mudah dan sederhana dan sama dengan pembuatan nata de coco.

1.Kulit pisang harus dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran. Berikutnya, kulit pisang dipotong-potong, lalu diblender dan disaring agar diperoleh konsentratnya.

2.Cairan konsentrat tadi dipasteurisasi dengan suhu 90-100 derajat Celcius selama 15 menit, ditambah gula pasir dan amonium sulfat sebagai nutrisi bakteri, kemudian didinginkan.

3.Larutan tersebut kemudian diatur pHnya dengan penambahan asan acetat glasial atau asam cuka pasar hingga tingkat keasaman

4.Setelah itu larutan dimasukkan ke dalam loyang berukuran 30 cm x 40 cm.

5.Bahan yang sudah dingin itu lalu diinokulasi dengan starter (diberi bakteri Acetobacter xylinum) untuk kemudian difermentasi 12-14 hari

6.Proses fermentasi ini, harus dilakukan semi anaerob dengan cara menutup baki plastik tempat fermentasi dengan kertas koran. Selama proses fermentasi, baki tidak boleh dipindah-pindah. Goyang sedikit saja proses fermentasi gagal

7.Proses fermentasi yang sukses akan menghasilkan anyaman serat yang menggumpal di permukaan medium cair dengan ketebalan tertentu. Sedangkan bakterinya terperangkap dalam fibrilar yang dibuatnya

8.Namun bukan berarti nata de banana sudah bisa langsung dikonsumsi. Proses selanjutnya, nata dipotong-potong berbentuk kubus dan direndam satu hari untuk menghilangkan bau asam dari asam asetat glasial. Setelah itu baru ditiriskan dan direbus selama 3 menit dan sekaligus diberi gula. Nata de banana skin yang dihasilkan mengandung kadar gula sekitar 11,13% dan kadar serat sekitar 2%.

Dari sekitar 2 kg kulit pisang, bisa untuk mendapatkan 4-5 loyang nata.

C.Manfaat
1.Buah pisang banyak mengandung karbohidrat baik isinya maupun kulitnya.

2.Pisang mempunyai kandungan khrom yang berfungsi dalam metabolisme karbohidrat dan lipid.

3.Kulit pisang juga terkandung banyak zat yang dibutuhkan tubuh, yaitu; vitamin C, B, kalsium, protein, dan juga lemak yang cukup. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa komposisi kulit pisang banyak mengandung air yaitu 68,90 % dan karbohidrat sebesar 18,50 %.

4.Berkurangnya limbah atau sampah yang berasal dari rumah tangga dan industry-industry rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar