Kuingat kembali apa yang kemarin terjadi dalam hidupku bukan hanya perasaan hati ini yang hancur berantakan bahkan badan inipun ikut merasakan bagaimana hancurnya hati ini,
mungkin tulisan kemarin telah menjelaskan sedikit banyak apa yang terjadi dariku setelah harapan itu hilang, sekarang ingin kutulis bagaimana badan inipun ikut merintih melihat hati ini begitu hancur.
Yaah mungkin tak penting bagimu untuk perlu mengetahui bagaimana badan ini tak mampu beranjak dari tempat tidur apa lagi untuk menjalankan segala aktivitas keseharian setelah kuputuskan kau pergi. karna mungkin bagimu setelah kau pergi itu bukanlah masalahmu lagi. tapi setidaknya ingin kutulis itu sebagai bagian dari bagaimana aku bangkit untuk bisa berjalan dengan kakiku sendiri.
Waktu 2 minggu bukanlah waktu yang lama menurutku saat ini, namun waktu 2 minggu pada saat itu adalah waktu yang cukup lama apabila sendiri berada dalam keterpurukan.
saya yakin ini tak akan pernah terlintas dalam pikiranmu setelah kau pergi bagaimana berada seorang diri di dalam sebuah ruang yang kecil,yang hanya berisi sebotol air putih dan beberpa tablet obat anti biotik dalam keadaan tak mampu duduk apa lagi untuk bangun dari sehelai tikar usang yang mengalas badanku ini. Namun aku bersyukur meskipun hanya beberapa waktunya yang mereka luangkan untukku karna aku masih memilki seorang sahabat dan seorang kakak(Aku akan tulis kakak yang kumaksud disini dalam lain kesempatan, seorang kakak yang mungkin di mata orang lain dia tidak memiliki kelebihan namun di mataku dia adalah seorang kakak yang tak memiliki kekurangan sedikitpun )
Terkadang dalam kesendirianku, Aku berpikir siapa lagi yang akan membantuku untuk kembali bersemanggat dalam menjalani hari-hariku yang begitu keras??
karna semanggatku selama ini telah kau bawa pergi dengan seseorang di sana yang jauh lebih bisa mungkin membahagianmu.
Eeeeentahlahhh saat ini kau telah dapatkan itu darinya tapi doaku kuharap seperti itu....
Terkadang pula dalam kesendirianku, aku berpikir apakah aku selemah dan secenggeng ini melihat semuanya telah kuputuskan untuk pergi dariku??
yah yah yah Itulah Dua pertanyaan yang bagaikan kepingan uang logam yang saling mempertanyakan dimana seharusnya sisi depan dan sisi belakang mereka..
Namun sudahlah aku tak ingin menginggat waktu 2 minggu itu sebagai bagian terburuk dalam hidupku karna yang kupahami saat ini adalah aku terburuk ketika tak mampu bangkit dari keterpurukan. benar apa yang dikatakan seorang sahabat kepadaku bahwa anda boleh jatuh 7 kali tapi tanamkan dalam diri anda bahwa anda harus bangkit 8 kali...sebuah pesan yang akan selalu aku ingat dari sahabatku karna kata sederhana itu sedikit banyak telah memberikan ku kesempatan untuk memilih kembali pilihan sebelum pilihan itu memilih jalan hidupku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar