Senin, 06 Agustus 2012

Lelyta

Penggalan raut rupamu menyerupai anak sungai yang mengering mata airnya.
seperti langit yang berhenti menyirami bumi melalui hujannya, hingga tak ada setetes airpun yang mengalir ke muara.

Wajahmu terlalu banyak bercerita padaku tanpa aku minta. kucoba menggapai bayangmu dalam dekapan mimpi yang tak berujung. namun badanku gemetar tak karuan seolah keringat ini mampu membasahi sungai yang mengering,
Dan mengarahkanya pada muara mimpiku

Dan kini aku hanya mampu bercerita dengan air mata tanpa sedikitpun kata terucap dari bibir yang mengering.
memang semuanya tak harus di katakan dan diammu dalam ketenangan nisan itu sudah banyak berkisah padaku hingga akupun terdiam dalam pusaran rindu

selamat jalan kawan namamu tak akan hilang dalam sanubariku
(kuyakin dirimu bahagia di sisi sang khalid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar