Rabu, 28 Maret 2012

Ibu Pertiwi Menangis Lagi

Sebuah pertanyaan besar yang ada di kepala saya dan saya yakin pertanyaan itu pernah terlintas atau bahkan selalu di pikirkan kawan-kawan seperjuangan. Apa yang salah dengan negeri ini.? dosa apa yang telah di lakukan oleh rakyatnya sehingga cobaan itu begitu besar ?

Kembali mengingat pernyataan bapak bangsa kita, sang revolusioner sejati bung karno" perjuanganku belum seberapa, karna hanya merebut kemerdekaan dari parah penjajahan bangsa lain tapi perjuangan kalian parah pemuda jauh lebih besar karna harus melawan penjajahan dari bangsa kamu sendiri".
yah..itulah yang di sampaikan bung karna dalam pidato terbukanya dalam suatu kesempatan kepada rakyatnya.
mungkin pernyataan itu sudah berlalu berpuluh-puluh tahun tapi makna yang tersirat di dalam pernyataan itu sampai sekarang masih di alami oleh rakyat kita.

Mungkin tulisan ini tidak akan mampu mengambarkan seluruhnya dari apa yang di alami rakyat kita. hal itu tidak akan habis di bahas. Mulai dari masa orde baru yang begitu mengukung kebebasan rakyat indonesia sampai pada rezim Susilo Bambang Yudiono dan Boediono yang telah melacurkan hak-hak rakyat kepada antek-antek kapitalis. Kebijakan Privatisasi sumber daya alam yang ada di negeri kita kepada pihak pihak asing kapitalis justru semakin menyensarakan rakyat indonesia. sehingga melahirkan "kata yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin"

Dan hari ini Kembali, kembali dan kembali kawan, rezim Susilo Bambang Yudiono dan Boediono mengadaikan atau bahkan melacurkan hak-hak rakyat kepada antek-antek asing, lagi-lagi presiden kita mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat, kebijakan yang akan mencekik dapur-dapur ibunda kita yang ada di kampung, di tempat kumuh dan di bawah kolom jembatan. Kebijakan yang akan mebuka jalan kepada kaum kapitalis untuk kembali nancapkan kuku-kuku penindasanya di bumi pertiwi.

Hanya ada dua pilihan untuk kita kawan
Diam dan tak peduli dengan apa yang di rasakan rakyat indonesia
atau turun kejalan dan melawan segala bentuk penindasan yang selama ini terjadi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar