Sang mentari senja kembali terlambat tiba
Pun demikian dengan keringatmu tak surut jua
Rasa lelahmu yang kemarin masih juga tiada
Meski asamu hari ini telah hilang di rengut usia
Masih saja keras jiwamu mengalahkan lelahmu
Memecahkan kerasnya hidup untuk setitik asaku
Menandu dunia yang bukan milikmu
Menagih singgasana yang bukan untukku
Istirahatkan sejenak badanmu ayahku
Rebahkanlah sedetik saja bahumu
Karna tak sanggup sudah tubuh itu
Menopang beban untuk ibu dan adikku
Izinkan aku gantikan pikulanmu
Menggantikan setetes saja peluhmu
Kupinta padamu doakan aku mampu
Menyongsong mentari sepertimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar