Senin, 14 Mei 2012

Peluhmu itu Dukaku Ayah

Sang mentari senja kembali terlambat tiba
Pun demikian dengan keringatmu tak surut jua
Rasa lelahmu yang kemarin masih juga tiada
Meski asamu hari ini telah hilang di rengut usia

Masih saja keras jiwamu mengalahkan lelahmu
Memecahkan kerasnya hidup untuk setitik asaku
Menandu dunia yang bukan milikmu
Menagih singgasana yang bukan untukku

Istirahatkan sejenak badanmu ayahku
Rebahkanlah sedetik saja bahumu
Karna tak sanggup sudah tubuh itu
Menopang beban untuk ibu dan adikku

Izinkan aku gantikan pikulanmu
Menggantikan setetes saja peluhmu
Kupinta padamu doakan aku mampu
Menyongsong mentari sepertimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar