Selasa, 15 Mei 2012

Az-Zahra as dan Al-Quran

Sayidah Fatimah Az-Zahra juga sangat mencintai al-Quran. Beliau berkata, " Ada tiga hal yang aku cintai di dunia ini. Ketiga hal itu adalah membaca al-Quran, memandang wajah Rasulullah Saw dan berinfak di jalan Allah Swt."

Salman al-Farisi, sahabat besar Rasulullah Saw, meriwayatkan bahwa ia pernah mendapat perintah dari Rasulullah Saw untuk mengerjakan sesuatu di rumah Sayidah Fatimah az-Zahra as. Ketika tiba di rumah Sayidah Fatimah, saya meminta izin untuk masuk. Saat itu, saya melihat Sayidah Fatimah tengah menggiling gandum sambil membaca al-Quran.

Pada suatu hari, Imam Ali as masuk ke rumahnya dan mendengar bahwa Sayidah Fatimah az-Zahra tengah melantunkan ayat yang baru turun kepada Rasulullah Saw. Imam Ali dengan takjub bertanya, "Bagaimana kamu bisa mengetahuinya? Sayidah Fatimah az-Zahra as menjawab, "Putra kita, Hasan, hari ini membacakan ayat yang baru turun pada Rasulullah Saw, kepadaku." Sayidah Fatimah az-Zahra as sangat mencintai ayat-ayat al-Quran.

Sayidah Fatimah az-Zahra as dalam khutbah yang disampaikan pasca wafatnya Rasulullah Saw, mengkritisi kondisi yang ada dengan pandangan komprehensif yang bersandarkan pada ayat-ayat al-Quran. Dalam khutbah itu, Sayidah Fatimah memperingatakan kepada masyarakat bahaya penyimpangan. Di pembukaan khutbah, Sayidah Fatimah az-Zahra as menjelaskan al-Quran dan perannya di tengah kehidupan, dan mengatakan, "Allah Swt mempersembahkan kepada kalian sebuah ikatan yang kuat. Itu adalah al-Quran Berbicara. al-Quran adalah kitab kebenaran yang memancarkan cahaya dan kitab argumentasi yang mengungkap batin (internal) dan dzahir (eksternal)."

Sayidah Fatimah az-Zahra as dengan jelas menyatakan bahwa masyarakat, khususnya kalangan cendekia, harus memperhatikan kandungan al-Quran dan sejarah Rasulullah Saw sebagai sumber utama hukum dan syariat. Untuk itu, Sayidah Fatimah menekankan penyimpulan yang benar dari kitab suci dan hadis. Saat itu, Sayidah Fatimah berupaya menghalangi penyalahgunaan sekelompok orang atas nama agama. Sayidah Fatimah az-Zahra as menekankan perhatian pada al-Quran untuk mengantisipasi semua upaya busuk dari sekelompok orang.

Dalam khutbahnya, Sayidah Fatimah az-Zahra as berkata, "Mengapa kalian tersesat? Padahal ada kitab suci di tengah kalian. Di dalam kitab itu sangatlah jelas berbagai masalah dan hukum-hukumnya. Jalan petunjuk sangat jelas dan peringatan-peringatan pun sangat transparan. Apakah kalian menghendaki al-Quran? Mengapa kalian mencari penengah selain al-Quran?

Umur Pendek Az-Zahra as

Di umur pendek, Sayidah Fatimah mengalami berbagai peristiwa. Meski berumur pendek, putri kesayangan Rasulullah Saw mempunyai peran luar biasa. Pesan-pesan yang disampaikan oleh Sayidah Fatimah sarat dengan pesan keluarga, politik dan sosial.

Selain itu, Sayidah Fatimah az-Zahra as juga mencerminkan seorang hamba yang luar biasa di hadapan Allah Swt. Ibadah yang dirasakannya sama sekali tak tergantikan dengan segala kenikmatan dunia. Dalam riwayat disebutkan, Sayidah Fatimah as dan keluarganya berpuasa tiga hari berturut-turut dan cukup berbuka dengan air karena ingin bersedekah kepada orang-orang miskin. Kehidupan Sayidah Fatimah as penuh dengan kedermawanan. Beliau juga beribadah dari malam hingga pagi. Beribadah kepada Allah Swt merupakan kerinduan tersendiri bagi Sayidah Fatimah az-Zahra as.

Kehidupan Sayidah Fatimah az-Zahra dan Imam Ali as sangat sederhana. Meski hidup sederhana, keluarga putri kesayangan Rasulullah Saw diliputi rasa kebahagiaan yang melimpah. Rumah kecilnya penuh dengan aura spiritual yang juga menjadi tempat bertumpunya orang-orang yang tidak mampu.

Di penghujung umurnya, Sayidah Fatimah az-Zahra as hanya menyampaikan wasiatnya kepada suaminya, Imam Ali as. Ini menunjukkan ketulusan dan ketaatan Sayidah Fatimah az-Zahra kepada suaminya, Imam Ali as. Ketulusan dan pengorbanan Sayidah Fatimah az-Zahra atas suaminya telah menciptakan keluarga ideal dan manusia-manusia besar dalam sejarah manusia.(IRIB Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar